Rabu, 17 Agustus 2011

DOA ORANG TERANIAYA

Do’a Orang Teraniaya Dikabulkan Allah SWT
Al mu’min (40) ayat 60
Wakola robbukumud nguni astakhjiblakum innaladzinayastakbiruna
                        ngan ngibadati sayadkhuluna jahannama dakirin
Dan tuhanmu berfirman “berdoalah kepada ku,niscaya akan kuperkenankan bagimu,sesungguhnya orang2 yang menyombongkan diri dari menyembahku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina’,
wonten ing ayat meniko mengandung suatu janji, inggih meniko (....)  janji allah dumateng hambanipun, insya allah termasuk kulo lan penjenengan sami, menawi kito tingali janji allh kolowau sampun seharusnya kita bahagia, amargi allah mboten mungkin mengingkari janjinipun,
ananing menawi kito tingali katah tiang ingkang doanya dereng dikabulkan , meniko mboten ateges allah mblenjani janjinipun, kito kedah mawas diri , koreksi diri, kenging menopo doa kito dereng di kabulken allah, amargi katah unsur yang menyebabkan doa2 manusia niku blum dikabulkan, antawisipun
1. Makan, minum dan berpakaian didapatkan dari yang haram
2. Tidak sabar dan terburu-buru doa ingin segera dikabulkan
3. Bermaksiat, meninggalkan kewajiban dan membiarkan suatu kejahatan
4. Tidak mau menolong orang yang sedang kesempitan (kesusahan)
5. Lupa memuji Allah sebelum berdoa                    6. Berdoa dengan hati lalai dan suara yang keras
7. Lupa mendoakan sudara muslim yang lainnya     8. Lupa mendoakan orang tuanya
Meniko sedoyo saged dados penyebab doa2 kito sedoyo dereng dipun kabulaken allah swt,
Sepindah malih kito kedah koreksi diri.
Ananging sejatosipun katah doa2 yang insya allah pasti dikabulkaen allah swt, antawisipun doa musafir, doa ortu pd anaknya, doa org berpuasa dan doa org teraniaya, sedoyo wau wonten hadistipun.
Dari beberapa doa tersebut ada doa yang paling makbul, yaitu doanya orng teraniaya,
"اِتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ ، فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ".
Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan, Nabi SAW mengutus Mu’adz ke Yaman dan beliau berkata kepadanya: "Takutlah kamu akan doa seorang yang terzhalimi (teraniaya) karena doa tersebut tidak adah hijab (penghalang) di antara dia dengan Allah" (H.R. Bukhari dan Muslim).
Hadis kolowau nyebataken bilih doanipun org teraniaya  niku mboten wonten penghalang antara dia dan allah,
Ateges doa niku sampun pasti dipun mkabulaken allah swt, menawi doa2 tiyang sanes niku tasih wonten penghalangipun,
Penghalangipun nggih inggih ingkang kulo sebataken ing nginggil wau, kadosto daharan ingkang haram lan sanes2ipun.
Pramilo kito dipun anjuraken ajrih kaliyan org teraniaya,
La sinten org teraniaya/terzalimi niku.
Orang teraniaya atau orang yang dizhalimi yaitu orang yang diperlakukan secara tidak benar oleh orang lain. Orang-orang ini tidak mendapatka hak yang wajib diterimanya.
            Misalnya, Seorang buruh menutut gaji kepada majikannya. Oleh majikan gaji tersebut tidak dibayarkan atau dibayar kurang dari seharusnya dia terima. Buruh semacam ini termasuk orang-orang yang teraniaya.
Contoh lain ialah Seorang istri tidak diberi uang belanja oleh suaminya, bahkan diperlakukan semena-mena dan disuruh mencari nafkah sendiri. Orang-orang ini termasuk golongan yang teraniaya.
Menawi wonten pemimpin tumindak  zalim dumateng rakyatipun dibantu bawahanipun, bawahanipun kolwau ugi termasuk tiang zalim, mekaten ugi menawi wonten tiang ingkang berbuat zalim dibantu kaliyan rencangipun, rencangipun kolowau ugi termsuk tiyang zalim.
Prmilo kito kedah ngatos2 menawi badi nglampahi ssetunggal kegiatan, kita kedah tingali rumiyin menopo kegiatan samangke bade ngakibataken menzalimi org lain  menopo mboten,amargi sampun ngatos2 kemawon kadang  kito terjerumus lan menzalimi tiyang sanes.
padahal menyakiti hati org lain yg diamana org lain itu tdk bs membalasnya maka itu disebut menzalimi.
Awit saking meniko menawi kita smpun menyadari kesalahan wau, sebaiknya kito enggal2 nyuwun pangapunten dumateng tiyang ingkang kita zalimi. amargi menawi kito kesupen sampai ajal menjemput, maka sia2 sudah amal kkebaikan  kita selama ini.
Kenapa bisa dikatakan sia2 amal kebaikannya?
amargi wonten hadis sahih sanes dipun sebatakan/////// saking buhori muslim
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang merasa pernah berbuat aniaya terhadap saudaranya baik menyangkut kehormatan, harta atau lainnya hendaklah ia segera meminta halal (maaf)nya sekarang juga sebelum datang suatu hari yang ketika itu tidak ada harta dinar atau dirham. Jika ia mempunyai amal shaleh maka akan diambil menurut penganiayaannya dan jika tidak mempunyai hasanat (kebaikan) maka akan diambilkan dari kejahatan orang yang dianiaya untuk ditangguhkan kepadanya."
(Bukhari - Muslim)
BLA.... BLA,,,,, BLA,,,,,
Menawi kito nggadahi dosa/kesalahan dumateng allah, dan kita memohon ampun dengan taubat nasuha, allah pasti mengampuni kita, anannging menawi kito gadah dosa akibat keaslahan kepada sesama manusia, maka kita wajib meminta maaf kepada org tersebut. Tentunya dengan permohonan maaf yg sungguh2.
Bilmana orang yang yang teraniaya memohon kepada Allah agar membinasakan penganiayanya, maka do’anya dijanjikan oleh Allah akan dikabulkan.
Karena itu, kita wajib takut kepada orang-orang yang teraniaya oleh perbuatan kita. Sebab walaupun mereka tidak mampu membalas kejahatan kita secara langsung, namun do’a mereka akan menjadi senjata yang ampuh nuntuk menghancurkan kita melalui adzab dan siksa yang diturunkan oleh Allah.
Semoga kita terjauhkan...... amin. amin...

Kamis, 04 Agustus 2011

ANDA MAU BUAT BLOG?? KUNJUNGI BLOG SAYA!!!

Ikuti aja menurut insting anda, pasti anda akan menemukan cara "buat blog",,, penasaran? pecahkan rahasaianya, dengan mengunjungi blog saya ini, kalo anda cermat dan teliti, anda pasti bisa buat blog. oke ? selamat mencoba

Senin, 01 Agustus 2011

NERAKA


Neraka (An-Naar) adalah suatu tempat di akhirat berupa telaga api yang bergejolak membara.
Allah Swt. menciptakan tempat ini untuk kaum kafir, musyrik, pendusta agama, dan penimbun dosa.
Hal tersebut antara lain diterangkan dalam surat Al-Baqarah ayat 39 yang berbunyi :
"Adapun orang-orang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami adalah penghuni neraka. Mereka kekal didalamnya."
Gambaran tentang neraka dalam Al-Qur'an, antara lain sebagai berikut :
Penuh api yang menyala-nyala (Al Fath : 63-65) selain pohon berduri (Al Ghasyyah : 6), tersedia rantai dan belenggu untuk menyerat penghuninya (Al Mimin : 71), tersedia cambuk-cambuk dari besi (Al Haj : 21)

Tentang siksaan dalam neraka, diceritakan oleh Al-Qur'an, antara lain : mereka mengenakan pakaian dari api (Al Haj : 19-22) dan mereka tidur beralaskan api (Al A'raf : 40-41).
Nama-nama Neraka, tingkatan dan calon penghuninya :
  1. Neraka Jahanam
    Tempat ini diperuntukkan orang-orang kafir (Al-Kahfi : 100), orang-orang munafik (At-Taubah : 34-35), orang-orang durhaka (Maryam : 86), pengikut setan (Al-Hijr : 43), orang-orang yang datang pada Tuhannya dalam keadaan berdosa (Thaha : 74), tidak berzakat (At-Taubah : 34-35), penentang kebenaran ajaran Rasul (An-Nisa' : 115) dan orang-orang yang mengkufuri nikmat Allah (Ibrahim : 28-29).
  2. Neraka Jahim
    Inilah tempat orang yang bermewah-mewahan (At-Takaatsur), pendurhaka (Al-Infitar : 13-14), pendusta ayat-ayat Allah (Al-Maidah : 10) dan yang berusaha menentang ayat-ayat Allah (Al-Haj : 51).
  3. Neraka Hawiyah
    Mereka yang dimasukkan dalam tempat ini adalah orang-orang yang sedikit kebaikannya dibandingkan dengan dosa-dosanya (Al-Qari'ah).
  4. Neraka Wal
    Penghuni neraka ini adalah orang yang mengurangi timbangan/ takaran (Al-Muthaffifin : 1-3).
  5. Neraka Sa'iir
    Tempat ini dihuni oleh pemakan harta anak yatim secara zalim (An-Nisa : 10), tidak mengikuti petunjuk Allah (Luqman : 21), orang-orang kafir (Al-Ahzab : 64-65), orang yang terperdaya setan (Fathir : 5 ), orang yang menyimpang dari perintah Allah serta Rasulnya (Al-Fath : 13)
  6. Neraka Ladha
    Orang-orang yang berpaling dari agama dan menimbun kekayaan tanpa mau mengeluarkan zakatnya yang akan menghuni neraka ini (Al-Ma'arij : 15-18).
  7. Neraka Saqar
    Penghuni neraka ini adalah orang yang semasa hidupnya tidak pernah sholat, tidah memberi makan orang miskin, suka membicarakan kebatilan, dan mendustakan hari pembalasan (Al-Mudatsir : 24-47).
  8. Neraka Huthamah
    Tempat ini disediakan bagi pengumpat, pencela, dan penghina (Al-Hujurat : 11-12, Al- Humazah).