LAPORAN
PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS 3
SDN HADILUWIH 2 KECAMATAN SUMBERLAWANG
KABUPATEN SRAGEN
Tahun 2011/2012
![]() |
Disusun Oleh
NAMA : AGUS SUTRISNO
NIM : 820003582
POKJAR : MIRI A
KELOMPOK BELAJAR MIRI A
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH SURAKARTA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2011
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN
PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL
(PGSD 4501)
Laporan ini disusun dan di ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PGSD 4501), pada program strata 1, pendidikan sekolah dasar FKIP Universitas Terbuka.
Nama : AGUS SUTRISNO
NIM : 820003582
Tempat mengajar : SD Negeri Hadiluwih 2
Kelas/Semester : III/2
Waktu Pelaksanaan : 1. Rabu, 12 Okktober 2011 (siklus 1)
2. Jumat, 14 Oktober 2011 (siklus 2)
Masalah fokus penelitian : “Apakah dengan penggunaan media gambar dapt meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan alam sekitar kelas III SDN Hadiluwih 2 Kecamatan Sumberlawang?”
Sumberlawang, November 2011
Mengetahui :
Pembimbing/Supervisor Mahasiswa
Dra. SUWALNI,M.Pd. AGUS SUTRISNO
NIP : NIM : 820003582
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, hanya dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan laporan ini dengan tuntas untuk memenuhi persyaratan mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP).
Keberhasilan penulisan laporan ini sudah barang tentu tidak lepas dari campur tangan dan berbagai bantuan berbagai pihak yang membantu penulis menyelesaikan laporan ini. Oleh sebab itu penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu Dra. DFGHD DDselaku kepala UPBJJ-UT Surakarta.
2. Ibu Dra. Suwalni, M.Pd. selaku supervisor pembimbing yang telah banyak membimbing dan mengarahkan kami dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
3. Kepala sekolah dan bapak ibu guru SDN Hadiluwih 2 Kecamatan Sumberlawang yang telah membantu dalam melaksanaan praktik perbaikan pembelajaran.
4. Rekan-rekan mahasiswa S1 PGSD Pokjar Miri yang telah memberikan bantuan moril maupun materiil.
5. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan Pemantapan Kemampuan Profesional ( PKP) PGSD Pokjar Miri.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak kekurangannya, sehingga penulis sangat mengaharapkan masukan dan tanggapan dalam penyusunan laporan ini. Akhirnya penulis berharap semoga proposal ini besar manfaatnya dalam pembelajaran IPA khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya. Amin.
Sumberlawang, November 2011
Mahasiswa
AGUS SUTRISNO
NIM : 820003582
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................. i
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................... ii
KATA PENGANTAR ........................................................................... iii
DAFTAR ISI .......................................................................................... iv
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................. 1
A. Latar Belakang Masalah .................................................. 2
B.Rumusan Masalah ............................................................ 3
C. Tujuan Perbaikan ............................................................. 4
D. Manfaat Perbaikan ........................................................... 4
BAB II. KAJIAN PUSTAKA ............................................................. 4
A. Hakekat Pembelajaran IPA di SD ................................... 5
B. Prestasi Belajar ................................................................. 5
C. Media Pembelajaran IPA ................................................. 5
BAB III. PELAKSANAAN PERBAIKAN ......................................... 6
A. Subyek Penelitian .............................................................. 6
B. Deskripsi Penelitian .......................................................... 7
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................. 8
A. Deskripsi per Siklus .......................................................... 8
B. Pembahasan ....................................................................... 9
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ............................................ 10
A. Kesimpulan ....................................................................... 10
B. Saran ................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan di Sekalah Dasar bertujuan untuk menghasikan lulusan yang kompeten dan cerdas sehngga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini hanya dapat tercapai apabila proses pembelajaran yang berlangsung mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki siswa, dan siswa terlibat langsung dalam pembelajaran tersebut. Pembelajaran yang dilakukan seharusnya menggunakan pendekatan strategi dan metode yang memudahkan siswa memahami materi yang diajarkan.
Pembelajaran ilmu pengetahuan alam di SD merupakan salah satu kajian yang menarik untuk dikemukakan karena adanya persamaan karakteristik, khususnya antara hakikat anak dan hakikat IPA. Hakikat anak usia SD sedang mengalami perkembangan pada tingkat berpikirnya. Tahap berpikir anak usia SD masih belum formal dan relative masih konkrit, sedangkan hakikat IPA adalah ilmu induktif, penuh dengan contoh kongkret dan mempelajari tentang sesuatu disekitar siswa. Dengan adanya persamaan karakteristik tersebut diperlukan kemampuan khusus guru SD untuk memadukan antara siswa dan kehidupan alam disekitar siswa dalam pembelajaran yang menyenangkan.
Sebagai seorang guru, jika menghadapi hambatan apapun tidak boleh menyerah, tetapi harus berusaha sekuat tenaga untuk mengupayakan perbaikan pembelajaran. Dalam usaha memperbaiki pembelajaran seorang guru tidak dapat bekerja sendiri, tetapi membutuhkan bantuan dari teman sejawat atau dari dosen pembimbing.
Banyak faktor yang menyebabkan hasil belajar IPA siswa rendah yaitu faktor internal dan faktor eksternal siswa. Faktor internal antara lain ; integelensi, kebiasaan, dan rasa percaya diri. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang terdapat di luar siswa, seperti guru Pembina kegiatan belajar, strategi pembelajaran, sarana dan prasana, kurikulum dan lingkungan. Siswa kurang memahami dan merasa bosan apabila guru menyampaikan materi dengan metode ceramah. Dari masalah-masalah yang dikemukakan diatas, guru perlu merefleksikan diri untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab ketidak berhasilan siswa dalam Mata Pelajaran IPA di SDN HADILUWIH 2. Berdasarkan hal tersebut diatas, model pembelajaran dengan media gambar menjadi alternatif untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, serta hasil penelitian awal, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
Bagaimana cara meningkatkan kualitas pembelajaran IPA pada siswa Kelas III SD Negeri Hadiluwih 2 ?
Adapun rumusan masalah tersebut dapat dirinci sebagai berikut:
1. Apakah Model Pembelajaran Penggunaan Media gambar dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA siswa Kelas III SDN Hadiluwih 2 ?
2. Apakah Model Pembelajaran Penggunaan Media gambar dapat meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran?
3. Apakah Model Pembelajaran Penggunaan Media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Kelas III SDN Hadiluwih 2 ?
C. Tujuan Perbaikan
Tujuan Perbaikan ini adalah untuk menerapkan model pembelajaran dengan metode Penggunaan Media gambar pada mata pelaaran IPA; sebagai suatu upaya perbaikan dan peningkatkan proses pembelajaran.
Secara khusus tuuan Perbaikan adalah sebagai berikut :
Secara khusus tuuan Perbaikan adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
Meningkatkan kualitas pembelajaran IPA pada siswa Kelas III SD Negeri Hadiluwih 2.
2. Tujuan Hhusus
1. Meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan Media gambar.
2. Meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan Media gambar.
3. Memperbaiki pembelajaran dalam kelas.
4. Meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA.
D. Manfaat Perbaikan
Secara praktis Perbaikan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1. Memperbaiki prses belajar mengajar dalam pelajaran IPA di Seklah Dasar.
2. Mengembangkan kualitas guru dalam mengajarkan pendidikan IP di
Secara praktis Perbaikan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1. Memperbaiki prses belajar mengajar dalam pelajaran IPA di Seklah Dasar.
2. Mengembangkan kualitas guru dalam mengajarkan pendidikan IP di
Sekolah Dasar.
3. Memberikan alternative kegiatan pembelajaran Pendidikan IPA.
1. Manfaat Bagi Siswa
1. Manfaat Bagi Siswa
1. Dapat meningkatkan kemampuan dan keaktifan siswa dalam pembelajaran
IPA melalui Penggunaan Media gambar.
2. Dapat meningkatkan kemampuan belajar peserta didik khususnya mata
pelajaran IPA.
3. Dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
2. Manfaat Bagi Guru
1. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu guru memperbaiki dan
mengatasi keterbatasan kemampuan guru dalam proses pembelajaran.
2. Dapat memperluas dan menambah wawasan guru mengenai model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran IPA. Aturan dan model tersebut dapat dijadikan perbandingan dan pertimbangan bagi guru-guru lainnya yang akan memperbaiki pembelajaran pada kelas dan mata pelajaran yang berbeda.
3. Dapat memudahkan guru dalam pembelajaran khususnya Peertumbuhan makluk hidup.
3. Manfaat Sekolah,
1. Secara kelembagaan bermanfaat untuk mengembangkan fungsi lembaga pendidikan dalam mewujudkan pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. Antara lain merintis pelaksanaan pembelajaran yang benar-benar merujuk kepada kondisi dan kompetensi realistik sekolah yang bersangkutan.
2. Diharapkan Penggunaan Media gambar ini dapat memberikan konstribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
3. Membantu meningkatkan kompetensi lulusan sehingga dapat mewujudkan tercapainya tujuan Pendidikan Nasional.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Hakekat Pembelajaran IPA di SD
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang (UUSPN Nomor 2 Bab I pasal I).
Menurut Nasution (1982;4) bahwa belajar adalah suatu proses yang memungkinkan berubahnya tingkah laku dan terbentuknya respon utama dengan syarat perubahan itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau adanya perubahan sementara.
Gagne (1984) berpendapat bahwa belajar merupakan proses dari yang sederhana ke yang kompleks. Oleh sebab itu proses belajar selalu bertahap dari belajar melalui tanda, kemudian melalui rangsangan reaksi, belajar berangkai, belajar verbal, belajar membedakan, belajar konsep, sampai kepada belajar prinsip dan belajar untuk memecahkan masalah. Hasilnya berupa kapabilitas, baik berupa pengetahuan, sikap, ataupun keterampilan tertentu.
Bila terjadi proses belajar, maka bersama itu pula terjadi proses mengajar, hal ini kiranya mudah dipahami karena bila ada yang mengajar sudah otomatis ada yang belajar, kalau terjadi suatu proses saling interaksi antara yang mengajar dengan yang belajar, sebenarnya berada pada situasi kondisi yang unik, sebab secara sengaja atau tidak sengaja masing-masing pihak berada dalam suasana belajar. Jadi walaupun dikatakan sebagai pengajar, gurupun sebenarnya secara tidak langsung juga melakukan kegiatan belajar.
Seperti yang dikemukakan oleh Djamarah dan Zain (2002:11), bahwa:
Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, ketrampilan maupun sikap; bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi.
Dengan adanya pengertian-pengertian belajar di atas belajar dapat diartikan sebagai tindakan atau usaha individu yang merupakan suatu proses dalam berinteraksi dengan lingkungan agar memperoleh pengetahuan dalam rangka mendapatkan perubahan tingkah laku baik yang berupa kognitif, afektif dan psikomotor. Perubahan-perubahan tersebut bersifat kontinyu, positif, berarah dan bertujuan serta terdapat dua aspek yang sama yaitu adanya perubahan tingkah laku dan pengalaman yang mempengaruhi beberapa faktor, baik yang disadari maupun yang timbul sendiri akibat praktek, pengalaman, latihan dan bukan secara kebetulan.
Istilah “pembelajaran” merupakan pengganti istilah “mengajar”. Menurut para pakar pendidikan, praktek mengajar di sekolah-sekolah pada umumnya lebih banyak berpusat pada guru. Artinya bila guru mengajar ia lebih mempersiapkan dirinya supaya berhasil dalam menyampaikan materi pelajaran. Ia harus menguasai materi, menguasai metode mengajar, mampu melakukan evaluasi belajar dll, tanpa memperhatikan bahwa siswa-siswanya dapat belajar atau tidak. Oleh karena itu istilah mengajar yang dianggap berkonotasi “teacher centered” diganti dengan istilah pembelajaran. Dengan ini guru diharapkan selalu ingat bahwa tugasnya adalah membelajarkan siswa atau dengan kata lain membuat siswa dapat belajar untuk mencapai hasil yang optimal.
Menurut Rohani (1997:24) pembelajaran adalah usaha sadar guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar bagaimana belajar memperoleh dan memproses pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Sesuai dengan pengertian pembelajaran, yaitu usaha sadar guru untuk membantu siswa atau anak didik, agar mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Guru berfungsi sebagai fasilitator, yaitu orang yang menyediakan fasilitas dan menciptakan situasi yang mendukung agar siswa dapat mewujudkan kemampuan belajarnya.
1. Ciri-ciri Pembelajaran
Ciri-ciri pembelajaran dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis.
b. Pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajar.
c. Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi siswa.
d. Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menarik.
e. Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa.
f. Pembelajaran dapat membuat siswa siap menerima pelajaran, baik secara fisik maupun psikologis.
2. Tujuan Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan sengaja. Oleh karena itu pembelajaran pasti mempunyai tujuan. Tujuan pembelajaran adalah membantu para siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa bertambah, baik kuantitas maupun kualitas. Tingkah laku itu meliputi pengetahuan, ketrampilan, dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa.
Mata Pelajaran IPA
Ilmu pengetahuan alam berarti “Ilmu” tentang “Pengetahuan Alam”. Ilmu artinya suatu pengetahuan yang benar artinya pengetahuan yang dibenarkan menurut tolok ukur kebenaran ilmu, yaitu rasional dan obyektif. Rasional artinya masuk akal atau logis, diterima akal sehat. Sedangkan obyektif artinya sesuai dengan obyeknya, sesuai dengan kenyataanya, atau sesuai dengan pengalaman pengamatan melalui penca indra. Pengetahuan alam artinya pengetahuan tentang alam semesta dengan segala isinya. Adapun pengetahuan itu sendiri artinya segala sesuatu yang diketahui oleh manusia. Jadi secara singkat IPA adalah pengetahuan yang rasional dan obyektif tentang alam semesta dengan segala isinya (kaligis dan hendro, 1991 : 3).
Standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dalam dokumen ini disusun sebagai landasan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan tersebut di atas. Selain itu dimaksudkan pula untuk mengembangkan kemampuan IPA dalam pemecahan masalah dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan media gambar.
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata pelajaran di sekolah dasar yang diajarkan dari kelas I sampai kelas VI. Mata Pelajaran IPA bersifat pengetahuan, melalui pengamatan ketrampilan mengenai berbagai jenis perangai lingkungan alam serta lingkungan buatan. Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam adalah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis yang di dalam penggunaannya secara umum terlintas pada gejala-gejala alam.
Tujuan pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebagai berikut:
a. Memahami konsep-konsep Ilmu Pengetahuan Alam dan keterkaitannya dalam kehidupan sehari-hari.
b. Memilih keterampilan proses untuk pengembangan pengetahuan dari gagasan tentang alam sekitar.
c. Mempunyai minat untuk mengenal dan mempelajari benda-benda serta kejadian alam.
d. Bersikap ingin tahu, kritik, bertanggung jawab dan mandiri.
e. Mampu menerapkan bermacam konsep Ilmu Pengetahuan Alam untuk menjelaskan gejala alam dan memecahkan dalam kehidupan sehari- hari.
f. Mengenal alam sekitar.
g. Memupuk rasa cinta terhadap alam sekitar sehingga menyadari kebesaran dan keagungan Tuhan Yang Maha Esa.
B. Prestasi Belajar
Kata hasil belajar sering disebut prestasi balajar. Kata prestasi belajar berasal dari belanda yaitu “prestatie” kemudian dalam bahasa Indonesia disebut prestasi yang artinya hasil uasaha. Kata prestasi juga berarti kemampuan, ketrampilan, sikap seseorang dalam menyelesaikkan sesuatu (Arifin, 1999 : 78)
Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai setelah siswa mengikuti pelajaran (pembelajaran) dalam kurun waktu tertentu. Prestasi belajar juga dapat diartikan suatu kesanggupan atau hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usahanya mencapai perubahan tingkah laku yang baru meliputi ranah kognitif (pengetahuan), ranah afektif (sikap), dan ranah psikomotor (keterampilan tertentu). Prestasi belajar adalah merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yaitu faktor yang berasal dari dirinya sendiri maupun dari luar dirinya (Moh. Uzer Usman, 1993:9).
Faktor-faktor internal yang berpengaruh terhadap prestasi belajar antara lain :
1. Faktor jasmani baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh termasuk faktor ini misalnya penglihatan, pendengaran, struktur tubuh, dan sebagainya.
2. Faktor psikologis, baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh yang terdiri dari; faktor intelektief ( kecerdasan, bakat) dan kematangan fisik maupun psikis.
Sedang faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar antra lain;
1. Faktor sosial meliputi : lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan kelompok.
2. Faktor budaya meliputi : adat istiadat, ilmu pengetahuan sosial, teknologi dan kesenian.
3. Faktor lingkungan fisik meliputi : fasilitas rumah, fasilitas belajar, dan iklim.
4. Faktor lingkungan lingkungan spiritual atau keamanan.
Hasil belajar yang diperoleh dalam pembelajaran IPA ini antara lain ;
- Melalui media gambar siswa mampu mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada makluk hidup.
- Melalui media gambar siswa mampu menyebutkan menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi perbuhana pada makluk hidup.
- Melalui media gambar siswa mampu membedakan lingkungan yang sehat dengan yang tidak sehat.
- Melalui media gambar siswa mampu menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anak.
C. Media Pembelajaran IPA
1. Pengertian Media Pembelajaran
Media disebut juga alat-alat audio visual, artinya alat yang dapat dilihat dan didengar yang dipakai dalam proses pembelajaran dengan maksud untuk membuat cara berkomunikasi lebih efektif dan efisien. Dengan penggunaan alat-alat ini guru dan siswa dapat berkomunikasi lebih mantap dan hidup serta interaksinya bersifat banyak arah.
Media mengandung pesan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar. Apapun yang disampaikan oleh guru sebaiknya menggunakan media, paling tidak yang digunakannnya adalah media verbal yang berupa kata-kata yang diucapkan dihadapan siswa.
Menurut Djamarah (1995:136) bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2. Manfaat Media Pembelajaran
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses belajar mengajar dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.
3. Media Gambar
a. Pengertian Media Gambar
Di antara media pembelajaran, media gambar adalah media yang paling umum dipakai. Hal ini dikarenakan siswa lebih menyukai gambar dari pada tulisan, apalagi jika gambarnya dibuat dan disajikan sesuai dengan persyaratan gambar yang baik, sudah barang tentu akan menambah semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Di bawah ini beberapa pengertian media gambar, diantaranya:
a. Media gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual kedalam bentuk dua dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bentuknya bermacam-macam seperti lukisan, potret, slide, film, strip, opaque projector (Hamalik, 1994:95).
b. Media gambar adalah media yang paling umum dipakai, yang merupakan bahasan umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana (Sadiman,1996:29).
c. Media gambar merupakan peniruan dari benda-benda dan pemandangan dalam hal bentuk, rupa, serta ukurannya relatif terhadap lingkungan (Soelarko,1980:3).
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa media gambar adalah perwujudan lambang dari hasil peniruan-peniruan benda-benda, pemandangan, curahan pikir atau ide-ide yang di visualisasikan kedalam bentuk dua dimensi. Bentuknya dapat berupa gambar situasi dan lukisan yang berhubungan dengan pokok bahasan berhitung.
b. Fungsi Media Gambar
Fungsi utama dari media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar, yakni menunjang penggunaan metode mengajar yang dipergunakan guru.
c. Kelebihan media gambar adalah
a. Sifatnya konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah, jika dibandingkan dengan bahasa verbal.
b. Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.
c. Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
d. Memperjelas masalah dalam bidang apa saja dan untuk semua orang tanpa memandang umur sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.
e. Harganya murah dan mudah didapat serta digunakan (Sadiman, 1996:31)
d.Kelemahan media gambar adalah
a. Hanya menampilkan persepsi indera mata, ukurannya terbatas hanya dapat terlihat oleh sekelompok siswa
b. Gambar diintepretasikan secara personal dan subyektif.
c. Gambar disajikan dalam ukuran yang sangat kecil, sehingga kurang efektif dalam pembelajaran (Rahadi, 2003:27)
e.Adapun penerapan langkah-langkah dalam pembelajaran ialah
1. Guru membagikan gambare seri tentang pertumbuhan makluk hidup antara lain manusia, hewan dan tumbuhan.
2. Guru meminta siswa mengamati gambar yang elah dibagikan.
3. Melalui gambar guru menjelaskan tentang perubahan pada makluk hidup.
4. Melalui gambar, guru menjelaskan ciri-ciri perubahan pada makluk hidup.
5. Melalui gambar guru menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan pada mkluk hidup.
6. Melalui gambar guru menjelaskan tentang lingkungan yang sehat dan tidak sehat.
7. Melalui gambar guru menjelaskan tentang cara menjaga kesehatan.
8. Guru menjelaskan fungsi makanan bagi tubuh.
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN
A. Subyek Perbaikan/Penelitian
A. Subyek Perbaikan/Penelitian
a. Tempat
PTK ini dilaksanakan di SDN Hadiluwih II Kec. Sumberlawang Kabupaten Sragen. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Hadiluwih 2.
b. Waktu
PTK ini dilaksanakan Semester I Tahun Pelajaran 2011 – 2012.
Jadwal Penelitian
| No | Kegiatan | Bulan | Minggu Ke- |
| 1. | Pembuatan proposal | Oktober | 3 |
| 2. | Pembuatan instrument PTK | Oktober | 3 |
| 3. | Revisi Proposal | Oktober | 3 |
| 4. | Pelaksanaan Siklus I | Oktober | 3 |
| 5. | Pelaksanaan Siklus II | Oktober | 3 |
| 6. | Pembuatan Laporan PTK | Oktober | 4 |
| 7. | hasil PTK | Oktober | 5 |
| 8. | Revisi hasil PTK | Oktober | 1 |
| 9. | Penyerahan Laporan | November | 1 |
| | | | |
Kegiatan belajar mengajar diberikan di Kelas III SDN Hadiluwih 2 Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012 mulai bulan Oktober sampai bulan Desember dengan jadwal sebagai berikut :
1. Hari Rabu, 12 Oktober, Siklus I
2. Hari Jum’at, 14 Oktober 2011, Siklus II.
c. Mata Pelajaran
Mata Pelajar : IPA
Kelas / Semester : III / I
Waktu : 2 x 35 Menit ( 1 x pertemuan )
d. Karakteristik Siswa
Siswa kelas III terdiri dari 22 siswa. Dengan perempuan 12 orang dan laki – laki 10 orang. Latar belakang siswa kelas III di SDN Hadiluwih II kebanyakan bertempat tinggal disekitar sekolahan yang berjarak kurang lebih 500 m dari lokasi sekolah.
B. Deskripsi Penelitian
Lama Penelitian ini 2 bulan pada semester gasal bulan Oktober sampai November tahun pelajaran 2011/2012, dalam proses penelitian ini terdiri dari dua siklus yang masing masing siklus meliputi :
1. Perencanaan
2. Pelaksanaan
3. Observasi
4. Evaluasi dan refleksi
Siklis I
Dilaksanakan Hari Rabu, 12 Oktober 2011
a. Perencanaan
1). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
2). Mempersiapkan sumber dan media pembelajaran berupa gambar.
3). Menyiapkan lembar kerja siswa.
4). Menyiapkan lembar observasi yang akan digunakan dalam penelitian.
5). Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis dan lembar kerja siswa.
b. Pelaksanaan Tindakan
1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran tentang perubahan maklhuk hidup. Memotivasi siswa terlibat dalam aktifitas pembelajaran.
2) Guru membantu siswa mendivinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan perubahan makluk hidup.
3) Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai dengan perubahan maklhuk hidup untuk menambah kreatifitas siswa.
4) Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap makluk hidup yang ada dilingkungan rumah.
c. Observasi
1). Melakukan pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA (dilakukan oleh observer).
2). Memantau penerapan Model Pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media.
3). Melakukan pengamatan keterampilan guru dalam pembelajaran (dilakukan oleh observer).
d. Refleksi
1). Mengkaji pelaksanaan pembelajaran siklus 1.
2). Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran siklus 1.
3). Membuat daftar permasalahan yang terjadi pada siklus 1.
4). Merencanakan perencanaan tindak lanjut untuk siklus 2.
Siklus II
a. Perencanaan
1). Menyusun RPP dengan materi pertumbuhan anak dan kesehatan lingkungan
2). Mempersiapkan sumber dan media pembelajaran berupa media gambar.
3). Menyiapkan lembar kerja siswa.
4). Menyiapkan lembar observasi yang akan digunakan dalam penelitian.
5). Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis dan lembar kerja siswa.
b. Pelaksanaan Tindakan
1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran tentang pertumbuhan anak dan kesehatan lingkungan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktifitas pembelajaran.
2) Guru membantu siswa mendivinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan pertumbuhan anak dan kesehatan lingkungan.
3) Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai tentang pertumbuhan anak dan kesehatan lingkungan untuk menambah kreatifitas siswa.
4) Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap perubahan yang terjadi pada temnnya dan tentang kesehatan lingkungan sekitar.
c. Observasi
1). Melakukan pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA (dilakukan oleh observer).
2). Memantau penerapan Model Pembelajaran menggunakan media gambar
3). Melakukan pengamatan keterampilan guru dalam pembelajaran (dilakukan oleh observer).
d. Refleksi
1). Mengkaji pelaksanaan pembelajaran siklus 2.
2). Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran siklus 2.
3). Membuat daftar permasalahan yang terjadi pada siklus 2.
Data dan Cara Pengumpulan Data
Sumber Data
1. Siswa
Sumber data siswa diperoleh dari hasil observasi yang diperoleh secara sistematik selama pelaksanaan siklus pertama sampai siklus kedua, hasil evaluasi dan hasil wawancara guru.
2. Guru
Sumber data guru berasal dari lembar observasi aktivitas guru dalam Model Pembelajaran menggunakan media gambar.
3. Data Dokumen
Sumber data dokumen berasal dari data awal hasil tes, hasil pengamatan, catatan lapangan selama proses pembelajaran dan hasil foto.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi per Siklus
1. Siklus 1
2. Perencanaan
Pada siklus I, PTK ini dikembangkan berdasarkan RPP yang dibuat. Berikut ini perencanaan siklus I ( masukan RPP awal )
3. Tindakan
Berdasarkan perencanaan diatas, tindakan dalam siklus sebagai berikut :
a. Proses pembelajaran ( Mendeskripsikan dengan rinci dari awal sampai akhir )
b. Peran guru
c. Respon Siswa
d. Kemasan bahan pembelajaran
e. Media pembelajaran
f. Penilaian
4. Refleksi
Berdasarkan perencanaan dan tindakan diatas, refleksi dalam siklus I ini adalah :
a. Proses pembelajaran
b. Peran guru di refleksikan
c. Respon siswa
d. Kemasan bahan pembelajaran
e. Media pembelajaran
f. Penilaian
2. Siklus II
1. Perencanaan
Berdasarkan refleksi pada siklus I. Perencanaan dalam siklus II.
2. Tindakan
Berdasarkan perencanaan diatas, tindakan dalam siklus II dilaksanakan sebagai berikut :
a. Proses pembelajaran
b. Peran guru
c. Respon Siswa
d. Kemasan bahan pembelajaran
e. Media pembelajaran
f. Penilaian
3. Refleksi
Berdasarkan perencanaan dan tindakan pada siklus II ini, dan dengan memperhatikan hasil siklus I, refleksi dalam siklus II ini adalah sebagai berikut :
a. Proses pembelajaran
b. Peran guru di refleksikan
c. Respon siswa
d. Kemasan bahan pembelajaran
e. Media pembelajaran
f. Penilaian
Di bawah ini disajikan data yang diperoleh selama dua siklus pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas III SD Negeri Hadiluwih 2 Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen Tahun pelajaran 2011/2012.
B. Pembahasan
Perbaikan yang telah dilakukan dapat meningkatkan prestasi siswa menjadi lebih baik. Hal ini dapat dilihat pada pembelajaran Ilmju Pengetahuan Alam, siswa menjdai lebih aktif sehingga siswa lebih mudah mempelajari materi perubahan makluk hidup.
Keberanian siswa untuk bertanya semakin bertambah, minat dan motivasi dalam belajar mulai meningkat, ditandai sudah lebih cepat dalam menyebutkan perubahan-perubahan yang terjadi pada makluk hidup sera menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Pretasi nilai Ilmu Pengetahuan Alam sebelum diadakan pelaksanaan I :
1. Siswa yang menguasai materi kurang dari 60% adalah 8 anak (36%)
2. Siswa yang menguasai materi 60% adalah 9 anak (41%)
3. Siswa yang menguasai materi diatas 60% adalah 5 anak (23%)
Prestasi setelah diadakan pelaksanaan I
1. Siswa yang menguasai materi kurang dari 60% adalah 3 anak (14%)
2. Siswa yang menguasai materi 60% adalah 11 anak (50%)
3. Siswa yang menguasai materi diatas 60% adalah 8 anak (36%)
Prestasi setelah diadakan pelaksanaan II
1. Siswa yang menguasai materi kurang dari 60% adalah 0 anak (0%)
2. Siswa yang menguasai materi 60% adalah 9 anak (41%)
3. Siswa yang menguasai materi diatas 60% adalah 13 anak (59%)
• Hasil secara kualitatif
• Hasil secara kualitatif
Pada Perbaikan Tindakan kelas III ini ,penggunaan media gambar pada pelajaran IPA dengan tema Perubahan makluk hidup memberikan hasil yang optimal , meski tahapannya hanya dua siklus , ternyata nampak adanya perubahan dengan indicator yakni ;antusias siswa untuk belajar cukup positif , semua siswa terlibat aktif dalam mengikuti pembelajaran dengan hasil yang memuaskan yakni siswa lebih memperhatikan pelajaran sehingga menunjukan hasil yang meningkat. Ketika penulis memberi kesempatan kepada siswa untuk menuliskan persepsi mereka mengenai cara belajar menggunakan media gambar, sebagian besar menyatakan senang belajar dengan menggunakan metode tersebut. Bahkan berdasarkan angket yang penulis sebarkan ; jawaban mereka 85% menyatakan bahwa belajar dengan media gambar lebih menyenangkan dan lebih mudah dipahami.
• Hasil secara kuantitatif
• Hasil secara kuantitatif
Prestasi belajar siswa meningkat setelah mengalami pembelajaran interaktif dengan media gambar.Pada awal pembelajaran,nilai rata-rata siswa 58,Pada siklus pertama nilai rata-rata kelas 63 dan pada siklus kedua nilai rata-rata siswa 66. Sehingga rata-rata setelah diadakan pelaksanaan pembelajaran sebanyak 2 siklus telah mencapai 64,5 %.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang penggunaan media gambar mata pelajaran IPA pada siswa kelas III SD Negeri Hadiluwih 2 dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media gambar pada sisiwa kelas III SD Negeri Hadiluwih 2 dilaksanakan berdasarkan kemampuan atau keterampilan yang dimiliki oleh siswa sesuai indikator-indikator berikut:
a. Siswa mampu mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada makluk hidup.
b. Siswa mampu menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan pada makluk hidup
c. Siswa mampu mendiskripsikan pertumbuhan anak.
d. Siswa mampu menyebutkan penyebab lingkungan yang sehat dan tidak sehat.
2. Proses pembelajaran dengan memnfaatkan media gambar dapat meningkatkan motivasi belajar, dan partisipasi aktif siswa. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme siswa dalam belajar, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas serta hasil kerjanya juga meningkat, siswa terlihat tertib dan gembira untuk selalu mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir pmbelajaran.
3. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan Media gambar yang dialkukan secara optimal dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
4. Faktor upaya peningkatan hasil belajar melalui media gambar berseri pada kelas III SDN Hadiluwih 2 yaitu :
a. Proses Pembelajaran
b. Peran Guru
c. Respon Siswa
d. Bahan Pengajaran
e. Media Pembelajaran
f. Penelitian
Pada pertemuan terakhir aktivitas guru dan murid dalam pembelajaran sangat komunikatif, guru menjawab pertanyaan yang diajukan oleh sebagian siswa yang masih terasa sulit dalam pembelajaran. Pada umumnya pembelajaran sudah menunjukkan hasil yang memuaskan, ini terbukti dari hasil tes siklus II yang memperoleh nilai rata-rata 66,00 dari 22 siswa, dan yang mendapat ≥ 60 sebanyak 22 siswa, nilaiketuntasan 100%.
Selama Penelitian dilaksanakan terdapat sedikit hambatan,yakni pada siklus I. Hambatan tersebut berupa masih kurangnya perhatian dari bebrapa siswa pada saat pembelajaran berlangsung, sehingga masih ada beberapa siswa yang nilainya masih dibawah Kriteria Ketentuan Minimum.
Berdasarkan hambatan-hambatan yang ditemukan, peneliti berusaha memecahkan masalah dengan cara memberikan perhatian khusus pada siswa yang dimaksud.
Pada siklus kedua peneliti tidak menemukan hambatan karenaaktivitas dan motivasi siswa untuk belajar telah meningkat, siswa lebih terampil dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.
B. Saran
Setelah dilakukan penelitian di SD Negeri Hadiluwih 2 Kecamatan Sumberlawang dan berdasarkan hasil yang diperoleh di lapangan, maka diajukan saran kepada pihak yang berkaitan dengan masalah ini dalam hal ini pembaca, adalah sebagai berikut:
- Bagi guru, dalam pembelajaran IPA diupayakan untuk menggunakan media baik berupa gambar ataupun model nyata sehingga memperpudah siswa untuk mendeskripsi objek dengan baik.
- Bagi pihak-pihak lain yang ingin meneliti lebih lanjut, disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan menggunakan media gambar yang lebih kreatif dan bervariasi, sehingga lebih menarik minat siswa dalam kegiatan pembelajaran.
3. PTK ini sebaiknya dilakukan oleh guru dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab sebaga pendidik; karena penerapan model pembelajarn dengan media gambar memerlukan kemauan dan pengorbanan yang besar; baik waktu ; tenaga dan pikiran.
4. Guru harus mengetahui kelemahan dan kekurangnnya dalam pembelajarannya berusaha untuk mengatasinya dan menemukan solusi yang terbaik serta mengantisipasi apabila dalam pembelajaran mengalami kendala dan masalah.
- Pemantapan kemampuan profesional (PKP) Hendaknya dilaksanakan di Sekolah Dasar agar prestasi belajar siswa meningkat.
- Sekolah Dasar hendaknya membudayakan Pemantapan kemampuan Profesional (PKP) agar motifasi belajar siswa meningkat.
- Sekolah hendaknya membudayakan siswa membaca buku perpustakaan agar pengetahuan anak meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Sadiman.S.Arief dkk..Media Pendidikan, Pengertian Pengembangan dan manfaatnya.Jakarta.PT.Raja grafindo Persada 2003.Cetakan 6 hal. 1-2.
Drs. M.Uzer usman, Upaya optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar.Bandung Remaja Rosdakarya, 1993.Cetakan 1 halaman 5.
Oemar hamalik (1998:43), http:lan43.wordpres.com/2000/12/17
Kaligis dan Hendro, http://scribd.com/doc/51339669/doc.IPA. Selasa, 25 Oktober. 11 jam 18.30
Rohani, http://scribd.com/doc/50579950/38/A-Hakekat-Pembelajaran. Selasa, 25 Oktober. 11 jam 18.30
Nasution, http://carapeda.com/pengertian-definisi-belajar-menurut-para-ahli-info499.html. Selasa, 25 Oktober. 11 jam 18.30
Gagne, wawan-junaidi.blogspot.com/belajar-menurut-gagne

Tidak ada komentar:
Posting Komentar